Kehidupan Keagamaan di Kerajaan Bercorak Islam Di Indonesia

masjid agung demak

Melalui jalur pelayaran dan perdagangan, agama Islam masukke Indonesia dan selama abad ke 16 hingga abad ke 18 telah terjadi proses Islamisasi dalam masyarakat kita. Pengaruh Islam lebh cepat menyebar setelah berdirinya kerajaan-kerajaan Islam di berbagai daerah Indonesia. Hal tersebut menimbulkan perubahan dalam kehidupan masyarakat di berbagai bidang termasuk bidang agama, bidang sastra, bidang kesenian, dan bidangĀ  pendidikan.

Dalam bidang keagamaan, masyarakat Indonesia mengeal dan menganut agama Islam. Terdapat perbedaan antara Islam yang berkembang didaerah pantai dan di daerah pedalaman. Islam di daerah pantai adalah Islam murni, sesuai dengan Islam di tanah asalnya, Arab. Sedangkan Islam pedalaman disesuaikan dengan paham Hidu-Budha dan Asli yang telah ada di dalam kehidupan masyarakat.

Seperti pada halnya pada masa Hindu-Budha, yang banyak meninggalkan pengaruhnya dalam berbagai kehidupan masyarakat, ternyata kebudayaan Islam pun banyak meninggalkan hasil-hasil kebudayaannya.

Pengaruh penyiaran agama dan kebudayaan Islam terhadap masyarakat tercermin di dalam kehidupan keagamaan, kehidupan sosial kebudayaan, kehidupan ekonomi, danĀ  kehidupan politik pemerintahan kerajaan-kerajaan bercorak islam.

Pengaruh agama islam dalam bidang agama adalah terciptanya lapisan-lapisan dalam masyarakat Indonesia yang telah mengenal Islam menjadi:

  1. Golongan Mukmin

Adalah suatu masyarakat yang benar-benar percaya dan paham akan agama dan ilmu agama Islam. Mereka adalah para ahli agama, guru agama dan biasa disebut golongan alim ulama

  1. Golongan Muslim

Adalah suatu golongan yang percaya kepada Islam dan menganggap asal taat menjalankan syariat Islam adalah cukup. Mereka terdiri dari para pedagang, syahbandar, raja, birokrat, dan keluarganya serta masyarakat muslim pantai maupun pedalaman. Mereka disebut golongan Islam syariat.

  1. Golongan Mualaf

Adalah golongan orang-orang yang baru mengenal Islam, menganut Islam karena pengaruh lingkungan, bukan karena kepahamannya terhadap ajaran Islam yang benar. Mereka mengaku muslim tetapi dalam kehidupan sehari-hari masih tetap menggunakan tradisi Hinduisme. Mereka disebut Islam syah atau Islam Abangan.

About these ads
This entry was posted in Sejarah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s